Metode PNK

METODE PNK

1. Berdoa

Manfaat Berdoa

Berpikir positive

Percaya diri

Introspeksi

Ketenangan batin

Kerendahan hati


2. Bercerita


Manfaat Bercerita

Mendorong timbulnya rasa ketertarikan yang murni

Mengembangkan kreatifitas

Merangsang imaginasi

Meningkatkan/ mendorong relaksi

Memberikan inspirasi

Unsur-unsur humor dan kegembiraan/ kesenangan

Menampakkan pengetahuan


3. Bernyanyi Bersama


Manfaat bernyanyi bersama

Menunjang kesehatan (pernapasan)

Menciptakan keharmonisan dan kerja sama

Memperkuat daya ingat

Membantu membangun karakter yang baik

Mendatangkan kebahagiaan bagi kelas

4. Permainan


Manfaat permainan

Menanamkan jiwa sportif

Membangun kerjasama

Merasakan kegembiraan bersama

Mengasah kecerdasan



5. Duduk Hening


Manfaat duduk hening

Daya ingat yang lebih baik

Mampu berkonsentrasi lebih baik

Merasa damai

Bersikap seimbang

Pengembangan diri

Mengembangkan intuisi



Pendidikan sekarang mengembangkan intelektual dan keahlian tapi tidak bermanfaat banyak bagi pengembangan sifat-sifat baik apa gunanya segala ilmu pengetahuan di dunia ini, jika seseorang tidak memiliki karakter yang baik?

Bagaikan air yang tertuang ke selokan. Tidak ada gunanya jika ilmu pengetahuan berkembang tetapi hasrat/keinginan berlipat ganda. Hal ini hanya membuat seseorang menjadi seorang pahlawan/yang hebat (a hero) dalam perkataannya dan seorang yang tak berarti (a zero) dalam tindakannya

Orang tua masa kini bangun tidur (mengawali hari) dengan bertengkar. Bila orangtua terjaga dan tidur dengan saling mencaci-maki, maka anak-anak akan mengawali hari mereka dengan saling memukul.

Orang tua zaman sekarang harus merenungkan pemikiran-pemikiran suci yang dijunjung tinggi oleh para orang tua zaman dahulu. Atas segala perilaku buruk yang dilakukan oleh para pemuda sekarang, atas segala sifat mereka yang suka melawan dan tingkah buruk mereka, orang tualah yang bertanggung jawab. Jika orang tua baik, maka anak-anak tidak akan bersikap buruk. Meskipun orang tua kelihatannya bagaikan tak bersalah/berdosa bagaikan buah ara, mereka bertanggung jawab atas sikap buruk anak-anak mereka, seperti ulat-ulat yang ada dalam buah.


Sikap-sikap orang tua

Over-protection (perlindungan yang berlebihan) membuahkan anak yang kurang percaya diri.
Over-indulgence (terlalu menurut apa keinginan sang anak) membuahkan anak yang manja dan menuntut.
Over-anxiety (menuntut kesempurnaan anak terlalu banyak) membuahkan anak yang berpikir bahwa ia telah gagal.
Rejection (penolakan) membuahkan anak yang agreisf dan ska kekerasan.